KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., meninjau langsung lahan proyeksi pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) Kesatria Joyoboyo di Dusun Putuk, Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Rabu (6/5/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan milik Perhutani yang akan dijadikan markas satuan baru tersebut. Dalam peninjauan ini, Pangdam didampingi oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Walikota Kediri Vinanda Prameswati, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, serta unsur Forkopimda Kediri Raya.
Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa pembentukan Batalyon TP merupakan langkah strategis TNI Angkatan Darat untuk memperkuat pertahanan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.
“Batalyon TP ini difokuskan untuk meningkatkan kehadiran TNI dalam pembangunan wilayah serta memperkuat kewaspadaan nasional,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin dalam arahannya, Rabu (6/5).
Ia menambahkan, kesiapan sarana dan prasarana menjadi prioritas utama agar fasilitas pendukung mampu menunjang operasional prajurit secara optimal dalam membantu pembangunan daerah di masa depan. Selain fungsi pertahanan, kehadiran satuan ini diharapkan mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat lokal.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menerima paparan komprehensif dari Dandim 0809/Kediri terkait teknis dan kesiapan lahan.
Danramil Kandangan, Kapten Inf Wahyudi S.Sos, mengonfirmasi bahwa situasi di lapangan selama peninjauan berlangsung aman dan kondusif. Ia menekankan adanya dukungan solid dari pemerintah daerah terkait rencana tersebut.
“Intinya, Bapak Pangdam ingin memastikan keterlibatan dan dukungan lingkungan sekitar terhadap keberadaan batalyon ini nantinya,” kata Kapten Inf Wahyudi.
Usai meninjau lokasi di Kecamatan Kandangan, Pangdam beserta rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 10.46 WIB. Agenda kunjungan kerja dilanjutkan menuju lokasi KDKMP di Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, untuk meninjau program kewilayahan lainnya. (Eko)






















