KEDIRI, SuaraRepublika.id – Seorang pria bernama Imam Sujono (58), warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, dilaporkan hilang setelah hanyut terseret arus Sungai Brantas di bawah Jembatan Jongbiru, Selasa (5/5/2026). Hingga Selasa sore, tim gabungan masih melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya tengah menyiapkan anco (jaring ikan) dan menata lokasi (enggon) di sisi utara bawah jembatan guna menyambut momentum pladu atau pembersihan bendungan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, mengungkapkan bahwa korban diduga mengalami kelelahan saat beraktivitas di tepian sungai. Kondisi fisik yang menurun membuat korban tidak mampu menahan derasnya aliran sungai hingga terseret ke tengah.
“Korban sedang membersihkan area tepi sungai untuk persiapan kegiatan pladu. Saat berada di aliran, korban diduga kelelahan dan tidak kuat menahan arus hingga terbawa hanyut,” terang Joko saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Meskipun rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan darurat, kuatnya arus Sungai Brantas membuat tubuh Imam dengan cepat hilang dari pandangan. Merespons laporan tersebut, BPBD Kota Kediri bersama Tim BASARNAS segera menerjunkan personel untuk melakukan operasi penyelamatan.
“Pencarian diarahkan ke sisi barat jembatan yang masuk wilayah Kelurahan Mrican, Kota Kediri dengan enyisiran menggunakan perahu karet,” imbuhnya.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Menyikapi kejadian tersebut, petugas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Brantas, terutama menjelang masa pladu yang biasanya memicu kerumunan warga di bantaran sungai. (Eko)






















