KEDIRI, SuaraRepublika.id – Seorang santri remaja dilaporkan hilang tenggelam di aliran Sungai Watuturi, Desa Dawuhan Kidul, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Jumat (24/4/2026). Hingga sore, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk menemukan keberadaan korban.
Korban diketahui bernama Alwi (17), asal Wates, Pagu, yang merupakan santri di Pondok Gus Jalal. Insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat korban sedang mencari rumput dan menggembala kambing bersama tiga rekannya di pinggir sungai.
Berdasarkan keterangan saksi mata, peristiwa bermula ketika korban berada di bibir sungai. Diduga terpeleset atau terseret arus saat beraktivitas, rekan korban tiba-tiba berteriak meminta pertolongan.
Seorang warga setempat, Asngari, yang berada di lokasi kejadian sempat berupaya menyelamatkan korban secara manual. Namun, derasnya arus sungai akibat luapan air membuat upaya tersebut gagal.
“Saya sempat berusaha menolong, tapi arus sungai sangat deras. Tangan korban gagal diraih dan langsung hilang terbawa arus,” ujar Asngari di lokasi kejadian.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kediri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa segera dikerahkan ke lokasi. Fokus pencarian dilakukan dengan metode, penyisiran air, rekayasa arus, serta penyisiran darat.
Rekan korban, Rama (17), mengatakan bahwa Alwi memiliki riwayat gangguan mental, sehingga pihak pondok pesantren memberikan perhatian khusus dalam proses pencarian ini.
“Saya diperintah pihak pondok untuk terus memantau pencarian. Korban memang memiliki kondisi gangguan mental,” ungkap Rama.
Hingga berita ini dilaporkan, jasad Alwi belum berhasil ditemukan. Petugas di lapangan menyatakan bahwa pencarian akan terus dilakukan selama kondisi cuaca dan pencahayaan masih memungkinkan, dengan harapan korban dapat segera dievakuasi. (Eko)





















