KEDIRI, SuaraRepublika.id – Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggelar tasyakuran dan doa lintas agama dalam rangka memperingati Hari Kartini, Senin (20/4/2026) malam. Acara bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” tersebut difokuskan untuk memperkuat semangat emansipasi sekaligus kerukunan antarumat beragama.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 19.30 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, serta Sumpah Jati Diri Bangsa. Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyalurkan santunan kepada lima anak yatim di sela-sela acara.
Ketua Panitia, Erni Ning Tyas, menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum untuk merefleksikan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat derajat kaum perempuan.
“Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan inspirasi bagi perempuan masa kini untuk terus berkarya dan berkontribusi nyata bagi keluarga maupun bangsa,” ujar Erni dalam sambutannya.
Ketua Harian Situs Persada Soekarno, Kushartono, turut mengapresiasi antusiasme warga yang hadir. Ia mengajak masyarakat untuk meneladani kegigihan Kartini dalam mendukung pembangunan nasional.
Salah satu agenda utama dalam peringatan ini adalah doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan berbagai agama dan kepercayaan, dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
Acara dilanjutkan dengan sarasehan inspiratif yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Jayandari, Ruci Handayani, dan Eni Setyo Ningsih. Diskusi tersebut membedah filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” dalam menghadapi tantangan perempuan di era modern.
Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan lomba kreatif dan peragaan busana (fashion show) yang diikuti oleh para ibu setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memupuk rasa cinta tanah air melalui kreativitas. (Eko)





























