KEDIRI – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional lebih dari 1.500 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna menjamin kualitas dan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga sesuai standar nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, saat meresmikan puluhan dapur SPPG milik Nahdlaltul Ulama di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4/2026).
Sony mengungkapkan bahwa pemberian sanksi administratif berupa pemberhentian sementara ini didasari oleh adanya pelanggaran ketentuan yang telah ditetapkan. Beberapa dapur dilaporkan memicu kejadian menonjol di daerah masing-masing akibat lalai dalam operasional.
“Sanksi diberikan karena mereka melanggar ketentuan. Selain adanya kejadian menonjol, sarana dan prasarana di dapur-dapur tersebut ditemukan belum sesuai dengan spesifikasi standar yang telah disepakati,” ujar Sony.
BGN memberikan kesempatan bagi pengelola dapur yang terkena suspensi untuk melakukan perbaikan secara bertahap. Proses evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana prasarana serta prosedur keamanan pangan sebelum diizinkan kembali melayani program MBG.
Meski demikian, Sony menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran berat yang mengancam kesehatan penerima manfaat.
“Kami memberikan peringatan agar segera dilakukan perbaikan. Namun, jika ditemukan pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi, BGN tidak segan untuk melakukan penutupan secara permanen,” tegasnya.
Di sisi lain, peresmian puluhan dapur SPPG di lingkungan Nahdlatul Ulama ini diharapkan menjadi percontohan bagi pengelolaan dapur yang akuntabel dan memenuhi standar gizi. Kehadiran BGN di Kediri sekaligus memperkuat pengawasan langsung terhadap mitra di lapangan agar target pemenuhan gizi nasional tepat sasaran dan aman dikonsumsi.































