KEDIRI, SuaraRepublika.id – Ratusan warga Kediri dan sekitarnya mulai memadati layanan penukaran uang pecahan baru guna memenuhi tradisi berbagi tunjangan hari raya (THR) menjelang Lebaran 1447 H. Layanan kas keliling yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri di halaman Masjid Agung Kota Kediri, langsung diserbu masyarakat sejak pagi, Kamis (19/2/2026).
Selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 di wilayah kerja BI kediri mengalokasikan 5,5 Triliun untuk pemenuhan likuiditas masyarakat yang didistribusikan kepada perbankan baik penukaran uang maupun kebutuhan lain dalam bentuk uang layak edar (ULE).
Dalam teknis pelaksanaannya, setiap penukar dibatasi maksimal sebesar Rp5,3 juta per orang. Paket penukaran tersebut terdiri dari pecahan Rp50.000 (50 lembar), Rp20.000 (50 lembar), Rp10.000 (100 lembar), Rp5.000 (100 lembar), Rp2.000 (100 lembar), dan Rp1.000 (100 lembar).
Nabila, salah satu warga Blitar yang ikut mengantre, mengaku lebih memilih layanan resmi BI karena faktor keamanan dan biaya.
“Sengaja antre di mobil kas keliling karena gratis. Kalau tukar di jasa penukaran pinggir jalan, potongannya tinggi dan kita khawatir risiko dapat uang palsu,” ungkap Nabila di lokasi penukaran.
Hal senada disampaikan Fatimah Azzahra, warga lainnya yang rutin menukarkan uang setiap tahun. Menurutnya, memiliki uang pecahan baru merupakan persiapan wajib untuk dibagikan kepada sanak saudara saat hari raya nanti.
Layanan ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, layak edar, dan higienis selama periode hari besar keagamaan nasional.




























