KEDIRI, SuaraRepublika.id – Warga Desa Nambakan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pria di dalam kamar rumahnya. Korban diketahui bernama Lukman Santoso (48), seorang wiraswasta yang baru saja pulang dari Surabaya untuk mengunjungi ibunya.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai kamar oleh sang ibu, Musripah (79). Kecurigaan muncul karena korban tidak kunjung keluar kamar saat azan Asar berkumandang.
Kapolsek Ringinrejo AKP Totok Triyono mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan gangguan tersebut dan langsung menerjunkan tim ke lokasi.
“Petugas segera mendatangi TKP bersama unit Identifikasi Polres Kediri dan tim medis untuk melakukan pemeriksaan awal,” ungkap pihak kepolisian dalam keterangannya.
Ibu korban, Musripah pertama kali.melihat korban sudah tergeletak di dalam kamar, namun ketika dipanggil tidak merespon sehingga dirinya panik dan meminta tolong kepada Zuliatin, tetangganya.
Ketika Zulianatin masuk ke kamar korban melihat ada kabel yang masih memercikkan aliran listrik di sekitar tubuh korban. Ia kemudian berinisiatif mematikan sakelar pusat listrik untuk menghindari bahaya lebih lanjut.
“Saya mengecek ke dalam kamar, saya melihat putra saya sudah dalam posisi terjatuh di atas handuk hijau. Saya Panik karena korban tidak merespons panggilan saya, lantas saya berteriak meminta tolong hingga didengar oleh tetangga, Zulianatin (58),” Ungkapnya.
Untuk memastikan korban meninggal dunia, warga segera melapor ke perangkat desa setempat. Hasil olah TKP oleh Unit Reskrim Polsek Ringinrejo menemukan kabel sepanjang 3 meter yang masih terhubung ke stopkontak dinding dengan ujung terbuka.
Petugas juga mengamankan sebuah tespen yang tergeletak di dekat tubuh korban sebagai barang bukti.
Tim medis menemukan luka bakar serius pada dada kiri korban sepanjang 10 cm serta luka bakar di bagian leher belakang akibat sengatan listrik.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Jari tangan korban dalam kondisi kaku, khas korban sengatan listrik,” imbuh Kapolsek.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan setelah dibuatkan surat pernyataan resmi yang diketahui oleh Kepala Desa Nambakan. (Eko)





















