KEDIRI, SuaraRepublika.id – Keberadaan patung macan putih di Simpang Tiga Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jawa Timur, mendadak mengubah kawasan yang semula sepi menjadi tujuan wisata dadakan. Sejak viral di media sosial pada awal Desember lalu, lokasi ini terus ramai dipadati warga, yang datang dari berbagai daerah.
Ratusan pengunjung yang berduyun-duyun dari berbagai daerah baik Jawa Timur maupun Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta datang untuk melihat langsung patung macan putih yang disebut-sebut memiliki bentuk unik dan menggemaskan. warga memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto di sekitar patung. Bahkan, tak sedikit anak-anak yang memanjat area sekitar patung demi mendapatkan foto terbaik.
Ramainya pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah kabupaten kediri. sejumlah warga dari luar daerah, seperti Malang, Trenggalek, Jombang, Lamongan hingga Jakarta juga terlihat memadati lokasi. Mereka mengaku penasaran setelah melihat foto dan video patung macan putih yang ramai dibicarakan di media sosial.
Salah satu pengunjung, Qizwin, remaja asal Jakarta mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan di media sosial. ia sengaja menyempatkan diri berkunjung bersama temannya yang mondok di salah satu pesantren di jombang. menurutnya, jika patung tersebut tetap dipertahankan seperti sekarang dan tidak diubah akan terus mendatangkan pengunjung, karena bentuk dan keunikannya, memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Awalnya lihat di media sosial, ternyata lucu dan bentuknya beda dari macan biasanya. Harapannya patung ini tetap dipertahankan seperti sekarang dan tidak diubah, sebab daya tarik di sini adalah bentuk dan keunikannya, selain itu juga bisa meramaikan pedagang UMKM sekitar yang berjualan”. Kata Qizwin Ahmad
patung macan putih ini menjadi viral lantaran ekspresinya yang dinilai imut dan jauh dari kesan garang. dampaknya, simpang tiga yang sebelumnya lengang kini berubah menjadi pusat keramaian. tak kurang dari 20 pedagang umkm turut memanfaatkan momen ini dengan membuka lapak di sepanjang tepi jalan.
menurut Rouf, perangkat Desa Balongjeruk, dalam dua sepekan terakhir arus pengunjung terus meningkat baik dari daerah kediri dan sekitarnya, maupun dari luar Jawa Timur, bahkan banyak di antaranya datang berkelompok, baik bersama keluarga maupun teman, hanya untuk melihat langsung patung yang viral tersebut, keberadaan patung macan putih ini tak hanya menjadi ikon baru desa Balongjeruk, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui geliat UMKM yang tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
“Pada awal video viral banyak yang menggambarkan bentuk dengan persepsi berbeda, namun itu menjadi keunikan tersendiri,salah satunya patung macan putih ini menggambarkan sisi lain dari seekor macan, yakni lucu, murah senyum rendah hati dan familiar bagi anak-anak,” jelasnya.
seperti diketahui, patung macan putih tersebut merupakan karya Suwari, seniman lokal warga desa kuwik, kecamatan kunjang. dia mengerjakan patung tersebut selama 18 hari dengan anggaran total sekitar Rp 3,5 juta. dana pembuatan patung berasal dari dana pribadi kepala desa Balongjeruk, Safi’i.
Suwari mengaku tidak menyangka hasil karyanya bisa viral dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.































