KEDIRI, SuaraRepublika.id – Personel gabungan Polsek Plosoklaten bersama Satlantas Polres Kediri, Jawa Timur melakukan penertiban besar-besaran terhadap aksi balap liar di kawasan Tugu Garuda, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten Rabu (05/03/2026) sore. Dalam razia ini petugas berhasil menjaring 75 unit sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis serta mengamankan 123 remaja.
Langkah tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat yang merasa resah dengan kebisingan dan bahaya lalu lintas di wilayah tersebut. Pihak kepolisian mencatat bahwa laporan terkait aktivitas ini sebenarnya sudah dipantau sejak tahun 2025.
Kapolsek Plosoklaten, AKP Dwi Widodo menjelaskan bahwa patroli rutin sebenarnya telah dilakukan sejak awal Ramadan. Namun, para pelaku balap liar memanfaatkan celah saat intensitas patroli menurun akibat cuaca hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Begitu hujan reda, lokasi tersebut kembali ramai digunakan balap liar mendekati waktu berbuka puasa. Kami langsung berkoordinasi dengan Satlantas dan memimpin apel pada pukul 16.00 WIB, sebelum akhirnya melakukan penangkapan pada pukul 17.00 WIB,” jelas Kapolsek.
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan 123 remaja yang terdiri dari 122 laki-laki dan 1 perempuan. Selain itu, sebanyak 75 unit kendaraan roda dua (R2) disita karena berbagai pelanggaran, meliputi, Penggunaan knalpot brong (tidak standar), Kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis (pretelan), tidak dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah.
Seluruh barang bukti kini telah dilimpahkan ke Kantor Satlantas Polres Kediri untuk dilakukan penilangan dan penyitaan.
Operasi ini bertujuan memberikan efek jera serta mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar tidak mengulangi aksi yang membahayakan nyawa tersebut. Kehadiran kepolisian di lapangan diharapkan mampu menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif.
“Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Patroli rutin akan terus kami laksanakan hingga Lebaran nanti, termasuk menyasar lokasi rawan seperti Desa Sumberagung pada saat menjelang sahur atau Minggu dini hari,” tambah pihak Polsek.




























