KEDIRI, SuaraRepublika.id – Ratusan umat Hindu di Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menggelar pawai Ogoh-ogoh sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Rabu (18/03/2026) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Pura Satya Dharma ini menjadi simbol pembersihan diri dari unsur negatif sebelum memasuki masa hening.
Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan persembahyangan bersama yang diikuti sekitar 250 jemaah dari wilayah Kecamatan Ngancar dan sekitarnya. Tepat pukul 20.00 WIB, prosesi dilanjutkan dengan mengarak replika Ogoh-ogoh raksasa melintasi rute pemukiman warga, mulai dari titik awal Pura Satya Dharma menuju perempatan RT 08, RT 02, RT 05, dan kembali ke titik semula.
Sekretaris Desa Bedali, Riyan Prasetyo, menyatakan bahwa kegiatan rutin tahunan ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerukunan antarumat beragama di wilayah tersebut.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Meskipun lokasi Pura, Gereja, dan Masjid di sini jaraknya sangat berdekatan, kami tetap guyup rukun dan gotong royong dalam setiap kegiatan,” ujar Riyan di sela-sela acara.
Demi menjaga keamanan dan ketertiban selama prosesi berlangsung, sejumlah personel dari Polsek Ngancar dan Koramil Ngancar dikerahkan untuk melakukan pengamanan di titik-titik rawan kemacetan. Kepala Desa Bedali beserta perangkat desa juga turun langsung memantau jalannya pawai guna memastikan situasi tetap kondusif hingga akhir acara. (Eko)




























