KEDIRI, SuaraRepublika.id – Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian intensif terhadap Arfan Hamada (7), bocah laki-laki yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Bendo Mongal, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Memasuki hari ketiga pencarian, petugas mulai memperluas radius penyisiran hingga ke bendungan di wilayah hilir.
Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Nuryono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Minggu (15/3/2026) sore. Berdasarkan keterangan rekan korban, Arfan saat itu sedang asyik memancing dan bermain di tepi sungai sekitar pukul 16.30 WIB.
“Kronologi awal, korban sedang memancing. Namun, hingga sore hari ia tak kunjung pulang ke rumah. Setelah dilakukan pengecekan kepada teman-temannya, baru diketahui bahwa korban diduga terpeleset dan tenggelam saat mandi di sungai,” ujar Nuryono saat dikonfirmasi di lokasi pencarian, Selasa (17/3/2026).
Keluarga korban awalnya melakukan pencarian mandiri setelah menemukan sepeda milik Arfan tergeletak di pinggir sungai menjelang waktu Maghrib. Karena arus sungai yang cukup deras akibat curah hujan tinggi, upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke petugas.
Hingga saat ini, Basarnas bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kediri, Tagana, Kepolisian, Koramil, dan relawan FKDM telah membagi kekuatan ke dalam tiga sektor utama, yakni, Sektor I: Penyisiran darat (susur sungai) dari titik awal kejadian (LKP) hingga Dam Dau, Sektor II, Pemantauan dari Dam Dau menuju Dam Selotopeng atau Dam Kamal dengan radius sekitar 1,5 kilometer, Sektor III: Manuver menggunakan perahu fiber di area Dam Dau, yang menjadi titik fokus karena diduga sebagai tempat tersangkutnya material sampah maupun korban.
“Radius pencarian dari titik awal ke Dam Dau sekitar 1,5 km. Kami juga melakukan pemantauan di titik-titik tertentu di bagian hilir yang kami curigai sebagai lokasi korban tersangkut,” tambah Nuryono.
Tantangan utama di lapangan adalah banyaknya tumpukan sampah ranting bambu yang menghambat mobilitas petugas. Meski demikian, tim gabungan yang melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi ini berkomitmen untuk terus menyisir aliran sungai hingga korban ditemukan.






























