KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Deyeng bersama Yayasan Darul Aitam Al Ihsan menyalurkan santunan kepada 42 anak yatim dan piatu di Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jumat (6/3/2026). Selain santunan, kegiatan yang dihadiri sekitar 200 warga penyantun ini juga dirangkaikan dengan agenda buka puasa bersama.
Kepala Desa Deyeng, Asianta, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan pemerintah desa dalam memperhatikan kesejahteraan anak yatim. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya rutin mengalokasikan anggaran khusus setiap tahunnya.
“Kami memberikan dukungan penuh dengan alokasi anggaran pembinaan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp25 juta per tahun. Hal ini dilakukan karena yayasan ini konsisten menyokong kebutuhan anak-anak yatim di desa kami,” ujar Asianta dalam kegiatan yang berlangsung di RT 03/RW 04 tersebut.
Ketua Yayasan Darul Aitam Al Ihsan, Nanang Amirul Kolis, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 40 hingga 50 anak, mulai dari usia bayi hingga 13 tahun, yang berada di bawah naungan yayasan. Program pembinaan ini telah berjalan selama lebih dari satu dekade dengan sistem pengelolaan dana yang ketat.
“Kami memiliki sistem pengelolaan dana yang ketat, yakni sistem tabungan, dimana dana santunan dikelola dalam bentuk tabungan khusus, kemudian selama masa pembinaan, dana hanya boleh digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti pendidikan dan kesehatan, tidak hanya itu, untuk seluruh saldo tabungan akan diserahkan sepenuhnya kepada anak saat mereka memasuki jenjang SMP atau menginjak usia 13 tahun sebagai bekal masa depan,” jelas Nanang.
Program ini tidak hanya fokus pada bantuan finansial, tetapi juga pembinaan akhlak. Nursamsi, salah satu wali murid, mengapresiasi langkah desa yang membekali anak-anak dengan pengajaran wudu, salat, hingga mengaji secara rutin.
Sebagai bentuk pengawasan, sinergi antara Pemdes dan Yayasan diwujudkan dalam pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali. Dalam setahun, dilakukan empat kali evaluasi besar yang mencakup aspek pendidikan dan kesehatan anak guna memastikan bantuan bersifat jangka panjang.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini berakhir pada pukul 18.20 WIB dalam situasi yang aman dan kondusif. Melalui kolaborasi ini, Pemdes Deyeng berharap dapat mencetak generasi muda yang mandiri dan berakhlak mulia. (Eko)




























