MADIUN, SuaraRepublika.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mulai mematangkan kesiapan prasarana menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 (1447 H). Kesiapan tersebut dipastikan melalui inspeksi mendetail di jalur lintas Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung menggunakan Lori Dresin, Minggu (8/3).
Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, memimpin langsung pengecekan lintas tersebut bersama jajaran manajemen dari berbagai unit, mulai dari operasi, persinyalan, hingga tim pengamanan. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi potensi gangguan perjalanan kereta api (perka) selama masa puncak mudik.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa inspeksi ini merupakan komitmen perusahaan untuk menjamin standar pelayanan minimum dan keselamatan aset di sepanjang jalur.
“Kami memeriksa setiap stasiun di lintas ini untuk memastikan seluruh aset prasarana dalam kondisi prima. Fokus kami adalah agar masyarakat yang mudik merasa aman dan nyaman saat melintasi wilayah Daop 7,” ujar Tohari dalam keterangan resminya.
Dalam kegiatan tersebut, tim ahli melakukan pengecekan pada tiga poin utama, meliputi, Prasarana Jalur yakni dengan Pemeriksaan kondisi wesel, sambungan rel, dan keandalan sistem persinyalan di setiap emplasemen, meninjau kebersihan serta kelayakan ruang tunggu dan toilet di stasiun, serta pengecekan teknis pada jembatan kereta api dan sistem drainase untuk mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.
Menghadapi potensi kendala di lapangan, manajemen Daop 7 menginstruksikan lima langkah mitigasi kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT). Langkah tersebut meliputi penebangan pohon rawan tumbang di sekitar rel, pengecekan stabilitas batu balas, serta pemetaan daerah rawan gangguan alam.
Selain itu, petugas di lapangan diminta melakukan identifikasi dini terhadap temuan gangguan agar dapat diselesaikan secara cepat tanpa mengganggu jadwal perjalanan.
“Dengan persiapan matang ini, kami optimis dapat menyukseskan Angkutan Lebaran 2026 dengan mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan,” tutup Tohari.




























