KEDIRI, SuaraRepublika.id – Di sudut Jalan Erlangga, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri aroma persaingan sehat dan semangat olahraga kini punya rumah baru. Inzia Mini Soccer hadir bukan sekadar sebagai lapangan hijau biasa di Kabupaten Kediri, melainkan sebuah oase bagi mereka yang mendambakan sensasi merumput layaknya bintang sepak bola dunia.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya berlari di atas rumput tempat Son Heung-min atau para pemain Tottenham Hotspur berlatih? Inzia mencoba membawa standar itu ke Kediri.
Keunggulan utama yang menjadi buah bibir adalah penggunaan rumput sintetis dengan spesifikasi teknis tingkat tinggi, meliputi kerapatan (Density) 16.000 yang sangat padat dan empuk, dan ketinggian 6 sentimeter, serta standar setara dengan fasilitas latihan klub elit Liga Inggris.
“Kami mendapat informasi langsung dari pabrik di China bahwa kualitas rumput yang kami pakai setara dengan yang digunakan Tottenham Hotspur,” ujar Saifurrahman Nur Hasan, perwakilan manajemen Inzia Mini Soccer.
Dengan dimensi lapangan utama 30 x 50 meter, Inzia dirancang untuk memenuhi dahaga komunitas akan olahraga yang berada di titik tengah antara futsal dan sepak bola konvensional. Namun, bagi Saifurrahman, proyek ini lebih dari sekadar bisnis penyewaan lapangan.
“Kami ingin menciptakan nuansa di mana setiap pemain merasa seperti pemain profesional. Ini adalah wadah komunitas, ruang mencari bibit pemain, sekaligus tempat berkumpul yang inklusif,” jelasnya.
Saifurrahman menambahkan, intuk menunjang aktivitas pemain, pengelola juga melengkapi fasilitas dengan ruang ganti (locker room) berpendingin udara, kamar mandi, serta area duduk bagi pemain dan pengunjung. Di kawasan tersebut juga tersedia kafe yang menyediakan minuman dan makanan ringan.
“Kami ingin menciptakan nuansa di mana setiap pemain atau klub yang menyewa di sini merasa seperti pemain profesional,” tambah Saifurrahman. Tren yang Terus Tumbuh
Sejak masa uji coba, mayoritas pengguna yang berasal dari kalangan pekerja, pelajar, hingga komunitas. Aktivitas di lapangan ini paling ramai pada sore hingga malam hari, yakni sekitar pukul 16.00 hingga 22.00.
Dari sisi tarif, pengelola menetapkan harga sewa mulai Rp400 ribu pada pagi hari, Rp500 ribu sore, dan Rp600 ribu pada malam hari per jam, dengan skema harga khusus bagi member.
Ke depan, pengelola berencana menggelar kompetisi rutin antaranggota sebagai bagian dari pengembangan aktivitas olahraga di lokasi tersebut.
“Harapannya, fasilitas ini bisa ikut mendorong perkembangan sepak bola di Kediri, baik dari sisi komunitas maupun pembinaan pemain,” pungkasnya.






















