KEDIRI, SuaraRepublika.id – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pengurus perguruan silat se-Kecamatan Ringinrejo guna memastikan kondusivitas wilayah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ringinrejo, Jumat (13/3/2026) malam tersebut, Kapolsek Ringinrejo, AKP Totok Triyono menegaskan bahwa sinergi antara aparat dan organisasi pencak silat sangat krusial untuk mencegah terjadinya gesekan di masyarakat. Ia meminta para ketua perguruan memberikan arahan tegas kepada anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kita harus menjaga ketertiban selama Ramadan hingga Idul Fitri. Tidak boleh ada tawuran, dilarang menyalakan petasan, balap liar, serta penggunaan sound system berlebihan saat ronda sahur,” ujar AKP Totok dalam arahannya.
Selain fokus pada ketertiban umum, pihak kepolisian juga menyoroti insiden penyobekan banner milik beberapa perguruan silat yang terjadi baru-baru ini. AKP Totok mengimbau seluruh anggota perguruan untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.
“Jika mengetahui pelakunya, segera tangkap dan serahkan ke pihak kepolisian. Kita harus waspada karena jangan sampai kejadian ini adalah bentuk provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.30 WIB ini dihadiri oleh pengurus masing-masing perguruan silat, meliputi PSHT, PSHW, Pagar Nusa, IKSPI Kera Sakti, dan Persinas ASAD.
Babinsa Ringinrejo, Rudik, turut menekankan pentingnya kepatuhan anggota terhadap instruksi senior masing-masing organisasi. Ia mengajak seluruh elemen perguruan untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan wilayah demi terciptanya perayaan Idul Fitri yang damai dan aman. (Eko)




























