KEDIRI, SuaraRepublika.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pantau Gunung Kelud mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik gunung api Kelud berada pada Level 1 atau Normal per Senin (2/3/2026) dan hingga saat ini, tidak ditemukan adanya aktivitas seismik maupun termal yang membahayakan.
Petugas Pos Pantau Gunung Kelud, Budi Prianto, menyatakan bahwa berdasarkan rekaman seismograf, kegempaan tektonik jauh maupun dangkal masih berada dalam batas wajar. Kondisi suhu air kawah juga menunjukkan stabilitas yang signifikan.
“Suhu air kawah pagi ini tercatat 35,17°C. Angka ini mempertegas bahwa tidak ada gejolak panas ekstrem di bawah kawah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Budi saat ditemui di Pos Pantau Perkebunan Margomulyo.
Budi menambahkan, meskipun status vulkanik aman, pihaknya memberikan peringatan terkait faktor cuaca, bagi pendaki yang melalui jalur Karangrejo, Blitar, diminta ekstra waspada saat melintasi area Tebing Sumbing, karena jalur sempit, licin, dan berlumut akibat intensitas hujan.
“Kami mengimbau agar pendaki mengutamakan keselamatan dan menggunakan perlengkapan mendaki yang memadai,” imbuhnya.
Pihak pos pantau juga menyoroti penurunan sebaran hoaks di media sosial. Berbeda dari tahun sebelumnya, para konten kreator tahun ini dinilai lebih bijak dengan tidak mengunggah video lama (letusan 2014) tanpa keterangan jelas yang berpotensi memicu kepanikan warga.
Budi juga menjrlaskan tentnag pembagian ring evakuasi sbagai langkah kesiapsiagaan.
Pembagian zona evakuasi di wilayah barat lereng Kelud:
- Ring 1: Perkebunan Margomulyo (Zona terdampak langsung).
- Ring 2: Wilayah Lembah Kelud atau Pasar Nanas.
- Ring 3: Wilayah Polsek Ngancar.
Pembagian wilayah ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi dan langkah mitigasi mandiri bagi warga jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan status aktivitas gunung di masa mendatang. (Eko)




























