KEDIRI, SuaraRepublika.id – Intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Kediri memicu bencana ganda yang merusak situs bersejarah dan infrastruktur vital. Situs Candi Dorok di Kecamatan Puncu dilaporkan mengalami longsor pada dinding penahannya.
Hujan lebat selama beberapa jam menyebabkan dinding penahan di kawasan Candi Dorok ambrol. Karena posisi candi berada di bawah permukaan tanah (cekungan), material longsoran setinggi kurang lebih tiga meter langsung menimbun sebagian struktur bangunan dan merusak pagar pembatas situs.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi mengatakan, petugas cagar budaya bersama warga mulai melakukan pembersihan material secara manual untuk menjaga keutuhan struktur sejarah tersebut. Selain faktor cuaca, sistem drainase dari bangunan baru di sekitar area candi diduga menjadi penyebab air meluap dan menggerus tanah.
​”Ke depan kita perlu memperkuat plengsengan dan menata ulang saluran air agar tidak langsung masuk ke area candi. Kami dari tim Cagar Budaya bersama juru pelihara akan segera melakukan kerja bakti minggu ini untuk memulihkan kondisi candi,” ujar salah satu petugas dalam koordinasi tersebut.
Mustika menambahkan, pihaknya bersama Tim Cagar Budaya telah memetakan beberapa langkah penanganan cepat dalam minggu ini, mulai dari pemulihan situs dengan kerja bakti pembersihan material longsor dan merencanakan pembuatan tanggul penahan (plengsengan) serta talang air permanen di sekitar Candi Dorok.
“Kami akan segera melakukan penataan ulang jalur air dengan pembuatan tanggul penguat atau plengsengan,” imbuhnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan membayangi wilayah Kediri dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.




























