KEDIRI, SuaraRepublika.id – Polres Kediri Kota menginstruksikan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu (upal) seiring meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Langkah antisipasi ini diperkuat melalui inspeksi langsung oleh personel Satbinmas Polres Kediri Kota ke sejumlah titik jasa penukaran uang, salah satunya di kawasan Taman Ngangeni, Kecamatan Mojoroto.
Kasat Binmas Polres Kediri Kota, AKP Cahyo Widodo, menyatakan bahwa edukasi dan imbauan ini merupakan agenda rutin guna menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah tingginya perputaran uang tunai.
“Kami meminta para penyedia jasa penukaran uang dan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Menjelang hari raya, banyak pihak yang mencoba memanfaatkan momentum untuk melakukan tindak kejahatan, termasuk mengedarkan uang palsu,” ujar AKP Cahyo
Dalam sosialisasi tersebut, pihak kepolisian menekankan beberapa poin krusial bagi warga dan pelaku usaha, meliputi ketelitian transaksi yakni masyarakat diminta lebih jeli memeriksa fisik uang dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang pada setiap transaksi, petugas juga mengingatkan penyedia jasa penukaran agar tidak memaksa masyarakat terkait besaran imbalan atau biaya jasa penukaran, tidak hanya itu, petugas juga mengimbau bagi warga yang menemukan uang palsu dilarang keras mengedarkannya kembali dan diwajibkan segera melapor ke kantor polisi terdekat.
AKP Cahyo menambahkan bahwa pusat perbelanjaan dan pasar Ramadhan menjadi titik yang paling rawan terhadap modus peredaran upal. “Segala bentuk aktivitas mencurigakan harus segera diwaspadai agar tidak menjadi korban kejahatan,” tegasnya.
Hingga saat ini, Polres Kediri Kota terus menyisir lokasi-lokasi strategis lainnya untuk memastikan keamanan transaksi keuangan masyarakat hingga hari H lebaran mendatang.




























