BLITAR, SuaraRepublika.id – Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari aktivitas perakitan petasan menghancurkan bangunan mushola di Desa Tapan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Selasa (17/3/2026) dini hari. Insiden ini mengakibatkan dua remaja mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 00.25 WIB tersebut bersumber dari salah satu ruangan di bagian belakang mushola samping lapangan dusun setempat. Identitas kedua korban diketahui bernama Zidan (18) dan Tian(15).
Dani, salah satu warga sekitar menuturkan, sempat terdengar empat kali rentetan suara ledakan dari arah mushola. Ledakan terakhir dilaporkan menjadi yang paling dahsyat hingga menyebabkan getaran kuat pada rumah warga di sekitar lokasi.
“Ledakan beruntun empat kali, yang terakhir luar biasa kerasnya hingga membuat kaca rumah bergetar. Saya langsung lari keluar,” ujar Dani di lokasi kejadian.
Dampak ledakan mengakibatkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan, di antaranya, atap asbes bagian belakang mushola hancur total, kaca ventilasi bangunan pecah berserakan, suara dentuman terdengar hingga radius 5 kilometer dari titik kejadian.

Kedua korban, Zidan dan Tian ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah dengan luka bakar pada bagian jari dan lengan. Keduanya segera dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Ittihad Togokan, Srengat, untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Diduga kuat, ledakan terjadi saat keduanya tengah merakit bahan peledak di dalam ruangan tersebut.
Penyelidikan Kepolisian
Petugas dari Polsek Udanawu telah tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi dan memasang garis polisi (police line). Di tempat kejadian perkara (TKP), tercium bau belerang yang menyengat serta ditemukan banyak serpihan kertas sisa petasan.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyisiran mendalam guna mencari sisa bahan peledak yang mungkin masih aktif. Warga dilarang mendekati area mushola demi keamanan selama proses investigasi berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami asal-usul bahan petasan dan jumlah total material peledak yang ada di lokasi. (Eko)




























