GRESIK, SuaraRepublika.id – Satuan Pelayanan Pengolahan Gizi (SPPG) Pucung terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi emas yang sehat dan berprestasi. Kali ini, langkah nyata diwujudkan melalui sosialisasi edukasi gizi seimbang yang digelar di SDN 119 Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman pola makan sehat kepada siswa sejak dini. Kepala SPPG Pucung, Moch Hendra Irawan, menegaskan bahwa agenda ini adalah bentuk dukungan konkret bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah di wilayah Balongpanggang.
Pahami Konsep ‘Isi Piringku’
Dalam pemaparannya, Ahli Gizi SPPG Pucung, Alvin Rahmalia El Hady, menjelaskan bahwa gizi seimbang bukan sekadar kenyang, melainkan susunan makanan yang mengandung zat gizi sesuai kebutuhan tubuh dengan porsi yang tepat.
Alvin memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan praktis:
* 1/2 piring berisi sayur dan buah-buahan.
* 1/4 piring diisi makanan pokok (karbohidrat).
* 1/4 piring berisi lauk-pauk (protein).
Selain porsi makan, siswa juga diajak menerapkan 4 Pilar Gizi Seimbang, yakni mengonsumsi makanan beragam, membiasakan hidup bersih, rutin beraktivitas fisik, serta memantau berat dan tinggi badan secara berkala.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Kepala UPT SDN 119 Gresik, Edy Sanusi, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, edukasi ini sangat krusial agar siswa memahami bahwa apa yang mereka konsumsi sangat berpengaruh pada masa depan mereka.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi semakin paham pentingnya makanan bergizi bagi tubuh. Selain itu, penyampaiannya dikemas sangat menarik dan menyenangkan dengan ice breaking, sehingga murid lebih bersemangat mengikuti sesi belajar,” ujar Edy.
Dorong Sinergi dengan Orang Tua
Lebih lanjut, Edy Sanusi berharap program ini tidak berhenti pada siswa saja. Ia menekankan pentingnya pelibatan wali murid dalam literasi gizi di masa mendatang.
“Harapan kami ke depan, edukasi gizi juga diberikan kepada orang tua agar ada pemahaman yang sama mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui dialog dengan orang tua, kita bisa meminimalisir potensi masalah yang mungkin muncul terkait pelaksanaan MBG di lapangan,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi Makan Bersama (MBG). Para siswa mempraktikkan langsung materi yang didapat dengan menyantap menu yang telah disusun sesuai standar gizi seimbang, menciptakan suasana yang akrab sekaligus edukatif.
Penulis : Hendra































