KEDIRI, SuaraRepublika.id – Ratusan warga Kediri dan Kota – Kota besar di Jawa Timur, menjadi korban penipuan arisan bodong, wanita berinisial ND (26) warga Kampung Ndalem, Kecamatan/ Kota Kediri, Jawa Timur.
Dalam video amatir yang viral di media sosial terlihat, puluhan korban menggeruduk rumah pelaku penipuan arisan bodong. Para korban menuntut pelaku agar bertanggung jawab atas perbuatannya.
Peristiwa itu berawal, saat pelaku membuka jasa arisan sejak bulan juli 2025 yang lalu. Para korban tergiur karena pelaku menjanjikan untung 25 hingga 50 persen dari uang yang disetorkan.
Total sebanyak 350 orang yang menjadi korban penipuan arisan bodong, yang dikoordinir oleh pelaku ND. Mereka berasal dari Kediri, Blitar, Tulungagung, Malang, Surabaya hingga luar Jawa. Total kerugian keseluruhan nominal hingga 5 miliar rupiah.
Usai digeruduk, pelaku ND ternyata sudah tidak ada di rumah. Dan handphone pelaku juga sudah tidak aktif. Para korban melaporkan ke Polda Jatim,untuk meminta pertanggung jawaban pelaku.
“Saya lihat story di handphone pelaku beberapa peserta arisan yang “mothel” langsung ditransfer. Karena tertarik saya kemudian ikut, dan transfer 5 juta. Dalam beberapa hari saya mothel arisan ditransfer pelaku 8 juta. Kemudian saya ikut arisan lagi dan transfer hingga 60 juta. Namun hingga kini saya belum ditransfer sama pelaku,” Kata RT (Rita) korban arisan bodong (pake kaos lurik) saat ditemui bersama korban lainnya, Selasa (16/12/2025).
“Saya kenal karena sudah langganan beli baju dari pelaku. Dan saya ikut hingga 15 juta rupiah. Dan pelaku menghilang dari rumah sejak tanggal 13 Desember kemarin. Para korbannya sekitar 300 lebih, yang berasal dari Kalimantan, Bali, Malang, Blitar, Tulungagung dan Surabaya.” Ujar ED, korban arisan bodong (pake kaos hitam).
Kini para korban hanya bisa pasrah dan menunggu tindakan dari pihak berwajib, dan berharap uang mereka dapat kembali.






























