MADIUN, SuaraRepublika.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun resmi melantik jajaran Pengurus Pusat dan Lembaga Pusat masa bakti 2026–2031 di Pendopo Graha Krida Budaya, Padepokan Agung, Kota Madiun, Sabtu (28/3/2026). Prosesi pengukuhan yang dirangkaikan dengan agenda Halal Bihalal ini menjadi momentum penguatan jati diri organisasi bagi ribuan anggotanya.
Ketua Umum SH Terate, R. Moerdjoko Hadi Wiyono, menyatakan bahwa kepengurusan baru ini memikul tanggung jawab besar untuk menjalankan organisasi berdasarkan falsafah Memayu Hayuning Bawono. Ia menegaskan pentingnya keteladanan dan pengabdian tulus dalam mengembangkan organisasi lima tahun ke depan.
”Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah ini. Pengurus harus mengedepankan jati diri organisasi yang berbasis pada keteladanan untuk membawa PSHT ke arah yang lebih baik,” ujar Moerdjoko dalam sambutannya, Sabtu (28/3/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pusat SH Terate, H. Issoebiantoro, menekankan bahwa jiwa pesilat sejati harus mampu menjaga ketentraman masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkokoh solidaritas internal dan memperkuat semangat nasionalisme.
”Kita harus meneguhkan jiwa SH Terate untuk memperkokoh solidaritas organisasi dan menjaga keutuhan bangsa,” tegas Issoebiantoro.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur, serta sejumlah Bupati dan Wakil Bupati. Selain pejabat publik, tokoh-tokoh dari berbagai perguruan pencak silat dan perwakilan cabang PSHT dari seluruh penjuru daerah turut hadir menyaksikan prosesi tersebut.
Melalui pengukuhan ini, PSHT menargetkan konsolidasi organisasi yang lebih solid hingga tingkat internasional. Organisasi pencak silat legendaris ini berkomitmen untuk terus menjadi wadah pembentukan karakter positif dan nasionalisme bagi generasi muda Indonesia. (Eko)




























