PURWOREJO, SuaraRepublika.id – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan bagi anak binaan. Komitmen tersebut kembali mendapat dukungan dengan diluncurkannya pembukaan perpustakaan digital yang dilaksanakan pada hari ini di LPKA Kelas 1 Kutoarjo.
Peluncuran perpustakaan digital ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran di LPKA Kelas 1 Kutoarjo, yang di dalamnya juga telah berjalan PKBM Tunas Mekar Aman sebagai sarana pendidikan formal dan nonformal bagi anak binaan. Perpustakaan digital Kipin E-Library yang dihadirkan merupakan hasil kolaborasi dengan Kipin dan Q-Vici ini menyediakan layanan e-library tanpa koneksi internet.
Acara peresmian Perpustakaan Digital LPKA Kelas I Kutoarjo berlangsung meriah dan penuh semangat, disertai doa serta harapan dari seluruh pihak yang hadir sebagai bentuk dukungan dan restu. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula LPKA Kelas I Kutoarjo pada 15 Januari 2026 dan dihadiri secara luring maupun daring oleh Bapak Hasan Basri, A.Md.IP., S.Sos., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Tahanan; Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., selaku Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran; serta Dr. Yogi Anggraena, S.Si., M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Kurikulum.
Sebelumnya, LPKA Kelas 1 Kutoarjo telah menerima berbagai dukungan fasilitas pendidikan dari sejumlah pihak. Bantuan tersebut antara lain berupa perangkat komputer dari BRI, koleksi buku bacaan dari Perpustakaan Daerah, sejumlah alat musik, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya. Dengan adanya fasilitas perpustakaan digital tersebut, seakan melengkapi kebutuhan pendidikan para anak binaan.
Berbagai konten pendidikan yang bisa diakses diantaranya adalah mulai dari buku pelajaran, video pendidikan, materi pengayaan atau latihan soal, hingga buku bacaan literasi pendidikan yang membahas mengenai literasi finansial, pengetahuan umum, budaya, bahkan berisi seputar pendidikan moral. Semua ini tentu akan mendukung proses belajar di PKBM maupun kegiatan belajar mandiri anak.
LPKA Kelas 1 Kutoarjo diketahui sebagai salah satu LPKA yang cukup progresif dalam pengembangan metode pembinaan untuk 102 anak binaan disana. Selain pendidikan akademik, lembaga ini juga menerapkan berbagai program keterampilan dan pembentukan karakter, seperti program ketahanan pangan melalui budidaya lele dan berkebun sayur-mayur, pembelajaran seni budaya dengan alat musik gamelan, serta kegiatan keterampilan tangan seperti meronce dan kerajinan lainnya.
Dengan hadirnya perpustakaan digital, LPKA Kelas 1 Kutoarjo diharapkan semakin mampu menyediakan layanan pendidikan yang inklusif, modern, dan berorientasi pada masa depan. Fasilitas ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mempersiapkan anak binaan agar tetap memiliki bekal pengetahuan, literasi, dan keterampilan yang memadai untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.































