KEDIRI, SuaraRepublika.id – Peristiwa kebakaran melanda dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Kediri pada Selasa (24/3/2026). Sebuah rumah warga di Kecamatan Tarokan dan satu bangunan musholla di Kecamatan Grogol hangus terbakar yang diduga kuat akibat korsleting arus listrik.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengonfirmasi bahwa personel pemadam kebakaran (Damkar) dari Pos Grogol telah diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah di kedua titik tersebut.
Insiden pertama dilaporkan terjadi pada sebuah rumah di Dusun Gebangkerep Wetan, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, sekitar pukul 11.27 WIB. Api diduga muncul pertama kali dari korsleting listrik pada antena televisi yang berada di atap bagian dalam rumah.
“Api dengan cepat merembet melalui kabel menuju kamar tengah yang berisi barang-barang mudah terbakar seperti kasur dan lemari pakaian,” ujar Kaleb dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).
Saat kejadian, pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Beruntung, tetangga korban melihat kepulan asap dari atap dan segera melapor ke petugas. Satu unit armada Damkar berkapasitas 5.000 liter dikerahkan dan berhasil memadamkan api pada pukul 12.15 WIB. Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp30 juta, sementara aset senilai Rp200 juta berhasil diselamatkan.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 08.37 WIB, kebakaran juga menimpa Musholla Al Makmur yang berlokasi di Dusun Sumbertowo, Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol. Senada dengan kejadian di Tarokan, api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik pada bagian plafon bangunan.
“Percikan api dari plafon merembet ke bagian samping dan dalam musholla, sehingga menghanguskan beberapa fasilitas seperti karpet dan perangkat sound system,” jelas Kaleb.
Petugas Damkar Pos Grogol tiba di lokasi dalam waktu delapan menit setelah menerima laporan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 09.30 WIB sesuai prosedur operasional standar (SOP). Akibat insiden ini, kerugian diperkirakan sebesar Rp30 juta, dengan total aset terselamatkan mencapai Rp125 juta.
Kaleb memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kedua peristiwa tersebut. Pihaknya kembali mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di bangunan masing-masing guna mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau warga untuk rutin mengecek kondisi kabel dan instalasi listrik, terutama yang sudah berumur, untuk meminimalisir risiko kebakaran akibat korsleting,” tutupnya.




























