KEDIRI, SuaraRepublika.id – Persik Kediri harus kembali menjadi tim musafir jelang menghadapi laga di pekan ke-21 dalam lanjutan Super League musim 2025/2026 menghadapi PSIM Yogyakarta. Tidak turunnya izin dari pihak kepolisian setempat menjadi penyebab Persik Kediri tak dapat memainkan laga kandang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo saat dikonfirmasi membenarkan terkait kabar kurang baik tersebut. Alhasil Persik Kediri untuk kesekian kalinya kembali menjadi tim musafir.
Widodo menyebut, dalam hal ini Persik Kediri akan menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik sebagai venue pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta pada Jum’at 13 Februari 2026 nanti.
“Polres Kediri Kota tak memberikan izin karena history yang kurang baik, sebab kedua tim sempat terlibat bentrok pada tahun 2019 lalu saat keduanya bertanding di kompetisi Liga 2 lalu. Karena pihak kepolisian Polres Kediri Kota tidak memberikan izin, jadi mau tak mau Persik Kediri harus mencari venue pengganti, dan Stadion Gelora Joko Samudro menjadi pilihan venue pengganti tersebut,” ujarnya, Rabu (11/2/26).
Lebih lanjut, pria yang identik dengan kumis lebat tersebut menyampaikan, jika dalam pertandingan antara Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta akan berlangsung tanpa penonton.
“Jadi pertandingan digelar tanpa adanya penonton. Baik itu penonton tuan rumah maupun tim tamu,” terangnya.
Seperti diketahui, ini menjadi momen kali ketiga Persik Kediri menjadi tim musafir pada musim 2025-2026. Pertama saat Persik Kediri bermain menghadapi Madura United, lalu berikutnya menghadapi Persebaya Surabaya dan yang akan datang ini menghadapi PSIM Yogyakarta.































